Kakak Ipar Tega Perkosa Dalam Kamar Mandi

Ada kakak ipar tega perkosa dalam kamar mandi, Entah setan apa yang merasuki jiwa Soni Siswanto (29). Pemuda asal Desa Sidomlangen Kecamatan Kedungpring, Lamongan, Jatim ini tega merenggut keperawanan adik iparnya sendiri, CP (13) yang masih duduk di bangku sekolah menengah.

Kakak Ipar Tega Perkosa Dalam Kamar Mandi

Kini korban mengalami trauma yang cukup berat setelah kejadian itu dialaminya hingga beberapa kali itu. Pelakunya tetap, yakni Soni Siswanto yang merupakan suami dari kakaknya. Peristiwanya masih diingat oleh korban, bermula saat korban pulang sekolah.

Rumah korban pada pukul 16.00 WIB itu memang sedang sepi, korban sepulang sekolah langsung masuk rumah bermaksud hendak ganti baju. Saat ia masuk dalam kamar, tiba - tiba sang kakak iparnya itu menggedor pintu dan minta dibukakan.

Korban tak curiga sedikitpun terhadap sikap aneh kakaknya yang tanpa permisi meminta pintu kamar dibuka. Sementara korban sedang berganti baju. Dan begitu usai ganti baju, CP membuka pintu kamarnya dan melihat Soni Siswanto langsung nyelonong masuk kamar.

Dengan wajah garang, Soni meminta korban melepas baju yang baru dikenakannya. Permintaan itu dibarengi dengan ancaman, kalau tidak mau membuka baju, pelaku akan memutus salah satu nadi korban dengan silet yang ada di tangan Soni.

Tak kuasa menghadapi paksaan kakaknya, ia hanya bisa pasrah ketika Soni dengan ruda paksa melepas baju CP. Dengan ancaman dan tenaga yang sangat kuat, kemudian pelaku melepas celana dalam korban lalu melampiaskan nafsu bejatnya ke adik iparnya.

Tak cukup sekali perbuatan nekat Soni itu untuk adik iparnya. Pada hari keempat setelah kejadian, pelaku kembali memaksa korban untuk memenuhi nafsu bejatnya. Kali ini ancamannya lebih berat, yakni korban akan dibunuh jika tidak mau kembali melayani.

Korban kemudian diseret ke kamar mandi, dan di kamar mandi itulah pelaku kembali memperkosa korban. Sejak kejadian memang ada sedikit perubahan sikap, baik oleh Soni maupun korban. Tentunya ini menimbulkan tanda tanya Samiran, orangtua korban.

Selama berbulan - bulan Samiran masih menahan diri, namun tetap pelan - pelan mencari tahu sebenarnya apa yang terjadi. Barulah terungkap kalau, anaknya CP dinodai kakak iparnya. Sementara CP masih harus meneruskan studinya.

Hingga akhirnya, kejadian yang dialami putrinya CP ini dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

”Korban sudah dimintakan visum. Dan ada hasil visum yang menunjukkan itu,” kata Paur Subbag Humas, Ipda Raksan kepada Surya (TRIBUNnews.com Network). Penyidik masih memintai keterangan sejumlah saksi dan korban. Sementara pelaku sudah diamankan.